RELIGIUS DAN NASIONALIS PENDIDIKAN DI SD TQ AD DIIN
Arti kata nasionalis dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) adalah na.si.o.na.lis [n]
(1) pencinta nusa dan bangsa sendiri;
(2) orang yg memperjuangkan kepentingan
bangsanya; patriot: ia adalah seorang pejuang — sejati. Sedangkan Arti kata
religius dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah re.li.gi.us [a]bersifat
religi; bersifat keagamaan; yg bersangkut-paut dng religi:
Secara
leksikal, religius memiliki arti yaitu sifat seseorang yang menyangkut
kepercayaannya dengan Tuhan, terkait ibadah, dan kebutuhan religinya.
Sekilas gambaran pembelajaran di SDTQ AD DIIN adalah penanaman Nilai-nilai Religius dan Nasionalis sejak awal. Jika kita Flashback dari awal perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah kalangan santri di pondok pesantren mempunyai andil yang luar biasa.
dibawah ini Pahlawan dari kalangan Ulama
Perjuangan laskar ulama-santri dan jaringan pesantren yang membentuk embrio perjuangan kebangsaan, khususnya pada akhir abad ke-19 dan paruh pertama abad ke-20, merupakan episode penting pergerakan nasional yang menginspirasi beberapa tokoh bangsa pejuang kemerdekaan. Tapi, dari 168 tokoh yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI, 10 di antaranya berlatar santri-kiai. Mereka adalah sebagai berikut ini.
1. 1. Kiai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis
Tempat/Tanggal Lahir:
Yogyakarta, 1 Agustus 1868
Wafat:
23 Februari 1923
Kiprah:
Mendirikan Muhammadiyah (18 November 1912)
Pahlawan Nasional: 27 Desember 1961
2.
Zainul
Arifin
Tempat/Tanggal Lahir: Barus, Sumatera Utara, 2 September 1909
Wafat: Jakarta, 2 Maret 1963
Kiprah:
v Mewakili NU dalam kepengurusan Majelis
Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).
v Ikut membentuk pasukan semi-militer,
Hizbullah
v Anggota Badan Pekerja Komite Nasional
Indonesia Pusat
v Anggota Majelis Konstituante sekaligus
Wakil Ketua DPR, 1955
Gelar Pahlawan: 4 Maret 1963
3.
KH
Hasyim Asy'ari
Tempat/Tanggal Lahir:
Demak, 10 April 1875
Wafat:
Jombang, 25 Juli 1947
Kiprah:
v Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng,
1899
v Pendiri Nahdlatul Ulama, 1926
v Menerbitkan Resolusi Jihad, 22 Oktober
1945, yang menginspirasi peristiwa 10 November di Surabaya
Gelar Pahlawan: 17 November 1964
4.
Kiai
Wahid Hasyim
Tempat/Tanggal Lahir:
Jombang, 1 Juni 1914
Kiprah:
v Menerapkan sistem tutorial di lingkungan
Pondok Pesantren Tebuireng, dan memasukkan ilmu pengetahuan umum
v Menginisiasi pembentukan laskar Hizbullah
pada 4 Desember 1944
v Ikut mendirikan Masyumi
v Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia
v Menteri Agama dalam tiga kabinet
Gelar Pahlawan: 17 November 1964
5.
Zainal
Mustafa
Tempat/Tanggal Lahir:
Singaparna, Tasikmalaya, 1 Januari 1899
Wafat:
Jakarta, 28 Maret 1944
Kiprah:
v Mendirikan Pondok Pesantren Sukamanah di
Kampung Cikembang, 1927
v Wakil Ro’is Syuriah NU Cabang Tasikmalaya,
1933
v Keluar-masuk penjara, 1941-1942, karena
dianggap menghasut rakyat melawan kolonial
v Pada 25 Februari 1944 memimpin
pemberontakan terhadap Jepang
Gelar Pahlawan: 6 November 1972
6.
Raden
Mas Antawirya (Pangeran Diponegoro)
Tempat/Tanggal Lahir:
Ngayogyakarta Hadiningrat, 11 November 1785
Wafat:
Makassar, 8 Januari 1855
Kiprah:
v Memimpin Perang Jawa atau Perang
Diponegoro melawan Belanda, 1825-1830
Penghargaan:
Babad Diponegoro diakui UNESCO sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the
World) pada 21 Juni 2013
Gelar Pahlawan: 6 November 1973
7.
Kiai
Noer Ali (2006)
Tempat/Tanggal Lahir:
Ujung Harapan, Bekasi, 1914
Wafat:
29 Januari 1992
Orang Tua:
Anwar bin Layu dan Maemunah binti Tarbin
Kiprah:
v Mendirikan Pondok Pesantren At-Taqwa di
Ujungmalang atau Ujung Harapan Bekasi
v Memimpin pertempuran melawan Belanda di
Pondok Ungu, 29 September 1945
v Bersama Jenderal Oerip Soemohardjo
mendirikan Markas Pusat Hizbullah-Sabilillah
v Memimpin gerilya laskar Rakyat Bekasi
Hizbullah di Karawang dan Bekasi, 1947-1948
Gelar Pahlawan: 9 November 2006
8.
Abdul
Halim
Tempat/Tanggal Lahir: Jatiwangi, Majalengka, 26 Juni 1887
Wafat: Majalengka, 7 Mei 1898
Kiprah:
v Pada 1911 mendirikan Majelis Ilmi di
Majalengka untuk mendidik santri-santri di daerah tersebut. Lalu membentuk
Hayatul Qulub.
v Pada 16 Mei 1916 mendirikan lembaga
pendidikan baru Jam’iyah al-I’anat al-Muta’alimin. Atas sokongan H.O.S.
Tjokroaminoto, namanya berganti menjadi Perserikatan Ulama Indonesia.
v Pada masa pendudukan Jepang, menjadi
anggota Cuo Sangi In (semacam dewan perwakilan)
v Mei 1945 menjadi anggota Badan Penyelidik
Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
v Selama agresi Belanda 1948, menjadi
pemasok logistik bagi para gerilyawan
v Dalam periode 1950-an menjadi anggota DPRD
Jawa Barat dan anggota Konstituante
Gelar Pahlawan: Sejak 6 November 2008
9.
Idham
Calid
Tempat/Tanggal Lahir: Satui, Kalimantan Selatan, 27 Agustus
1921
Wafat: Jakarta, 11 Juli 2010
Kiprah:
v Menjadi penerjemah dalam beberapa
pertemuan petinggi Jepang dengan alim ulama NU
v Panitia Kemerdekaan Indonesia Daerah di
Kota Amuntai
v Persatuan Rakyat Indonesia, partai lokal,
kemudian pindah ke Serikat Muslim Indonesia
v Pada 1950 menjadi anggota DPRS mewakili
Masyumi tapi pada 1952 Idham bergabung dengan Partai Nahdlatul Ulama
v Dalam Pemilu 1955, menjadi wakil perdana
menteri. Pada tahun yang sama, dia terpilih menjadi Ketua Umum PBNU pada usia
34 tahun.
Gelar Pahlawan: 7 November 2011
10. Wahab Chasbullah
Tempat/Tanggal Lahir: Jombang, 31 Maret 1888
Wafat: 29 Desember 1971
Kiprah:
v Bersama KH Hasyim Asy'ari mendirikan NU
dan pernah menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah)
v Pada 1916 mendirikan Organisasi Pemuda
Islam (Nahdlatul Wathan)
Gelar Pahlawan: 7 November 2014
Tokoh-tokoh Ulama diatas adalah sebagian kecil saja yang ikut dalam perjuangan merebut Kemerdekaan RI masih banyak lagi dari kalangan Ulama dan santri yang ikut dalam perjuangan merebut kemerdekanan di Indonesia. Semoga para pejuang diatas mendapatkan tempat yang paling tinggi di sisi Alloh swt sesuai perjuangan dan pengorbanannya untuk Agama dan Negara. Amin...
lembaga pendidikan SD Tahfidzul Qur'an yang dibawah naungan yayasan Ad Diin Mangli Kuwarasan mempunyai misi meneruskan perjuangan para ulama yang telah gugur dengan mencetak generasi Religius, nasionalis dan berjiwa Qur'ani. semoga apa yang kita cita-citakan dapat terealisasi dan berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa Amin...


Komentar
Posting Komentar